Advertesiment

Harga Padi Ambruk di Karawang, Petani Terpuruk, Negara Dinilai Absen, Bulog Dipertanyakan

Redaksi
28 January 2026, January 28, 2026 WIB Last Updated 2026-01-28T04:14:49Z

Foto: Gabah petani Karawang

 

KARAWANG,ETIKANEWS.COM – Diduga harga padi basah di tingkat petani di Desa Neglasari, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, ambruk hingga Rp2.500–Rp3.000 per kilogram. Kondisi ini memicu kerugian besar bagi petani dan menimbulkan pertanyaan serius mengenai kehadiran negara dalam melindungi sektor pertanian saat harga jatuh bebas.



Anjloknya harga tersebut dinilai tidak manusiawi dan jauh dari biaya produksi. Petani menyebut biaya pupuk, pestisida, sewa alat pertanian, hingga upah buruh tani terus melonjak, sementara harga jual padi dibiarkan terpuruk tanpa perlindungan kebijakan yang nyata.



“Ditawar Rp 2500 per kg oleh tengkulak, mohon kepada pemerintah bulog di aktifkan lagi. Bisa bisa habis sawahnya di jual.Tidak layak kalau di jual harganya segitu," ujar salah seorang petani Desa Neglasari dengan nada kecewa.

 


Di tengah krisis harga ini, Perum Bulog yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas harga gabah justru dinilai tidak hadir di lapangan. Tidak terlihat adanya penyerapan padi secara langsung oleh Bulog, sementara para tengkulak leluasa membeli padi petani dengan harga sangat rendah.



Situasi tersebut semakin menguatkan anggapan bahwa pemerintah gagal menjalankan fungsi perlindungan terhadap petani. Warga menilai kebijakan stabilisasi harga gabah hanya sebatas regulasi di atas kertas, tanpa implementasi nyata di sawah saat petani paling membutuhkan kehadiran negara.



Petani mendesak pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta Pemerintah Kabupaten Karawang untuk segera turun tangan. Bulog diminta tidak berlindung di balik prosedur dan keterbatasan kuota, melainkan hadir langsung menyerap padi petani dengan harga yang adil dan berpihak.



Petani memperingatkan, jika kondisi ini terus dibiarkan, keberlanjutan pertanian di Karawang terancam serius. Tanpa keberpihakan nyata dari negara, bukan tidak mungkin petani meninggalkan sawahnya, yang pada akhirnya dapat mengancam ketahanan pangan nasional.



Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak Bulog Karawang melalui bidang Humas saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp, Rabu (28/1/2026) belum memberikan keterangan resmi terkait anjloknya harga gabah di tingkat petani.



Editor: Aep Apriyatna

Komentar

Tampilkan

  • Harga Padi Ambruk di Karawang, Petani Terpuruk, Negara Dinilai Absen, Bulog Dipertanyakan
  • 0

Berita Lainnya

Pemilu