Advertesiment

Dugaan Pengusiran Wartawan di SDN 1 Palumbonsari, Kepala Sekolah Tegaskan Pintu Terbuka untuk Media

Redaksi
19 August 2026, August 19, 2026 WIB Last Updated 2026-08-19T09:52:18Z

SDN Palumbonsari 1, Kecamatan Karawang Timur

 

KARAWANG, ETIKANEWS.COM – Kepala SDN 1 Palumbonsari, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, Beti Nurbaeti, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai dugaan pengusiran dan intimidasi terhadap sejumlah awak media saat melakukan kunjungan jurnalistik ke lingkungan sekolah.



Sebelumnya, beredar pemberitaan yang menyebut adanya dugaan tindakan tidak menyenangkan terhadap awak media ketika hendak melakukan konfirmasi terkait kegiatan dan pelayanan di SDN 1 Palumbonsari.



Menanggapi hal tersebut, Beti menegaskan bahwa pihak sekolah pada prinsipnya terbuka terhadap kehadiran insan pers, baik untuk bersilaturahmi maupun menjalankan tugas jurnalistik.




“Kami pada prinsipnya terbuka terhadap rekan-rekan media yang datang untuk silaturahmi maupun menjalankan tugas jurnalistik. Kalau ada informasi yang perlu dikonfirmasi, kami siap memberikan penjelasan sesuai dengan kapasitas dan kewenangan pihak sekolah,” ujar Beti, Rabu (19/8/2026).




Menurut Beti apabila dirinya belum dapat menemui awak media secara langsung pada saat kedatangan, kondisi tersebut bukan berarti pihak sekolah menolak atau mengusir wartawan. Ia menjelaskan bahwa dirinya saat itu sedang menjalankan kegiatan lain sehingga belum dapat memberikan pelayanan secara langsung.



“Apabila pada saat kedatangan rekan-rekan media saya belum dapat menemui secara langsung, hal tersebut bukan berarti pihak sekolah menolak atau mengusir wartawan. Pada saat itu saya sedang menjalankan kegiatan lain sehingga belum dapat menemui secara langsung,” jelasnya.



Beti juga menegaskan bahwa pihak sekolah tidak bermaksud menghalangi tugas jurnalistik maupun menutup akses informasi kepada media. Menurutnya, setiap informasi yang membutuhkan klarifikasi dapat dikomunikasikan dengan baik antara pihak sekolah dan insan pers.



“Kami menghargai keberadaan insan pers dan memahami bahwa konfirmasi merupakan bagian dari proses jurnalistik. Karena itu, apabila ada informasi yang perlu diklarifikasi, kami siap memberikan penjelasan,” katanya.



Sementara itu, Ketua Komite SDN 1 Palumbonsari, Aep Apriyatna, turut memberikan tanggapan atas pemberitaan tersebut. Ia menyampaikan permohonan maaf apabila memang terdapat dugaan pengusiran maupun intimidasi terhadap awak media.



“Kalau memang ada dugaan pengusiran dan intimidasi kepada wartawan, kami mohon maaf. Kami pihak sekolah terbuka kepada rekan-rekan media yang mau silaturahmi ataupun memiliki keperluan lainnya, termasuk jika ingin bertemu dengan kepala sekolah,” ujar Aep.



Namun, Aep mengaku tidak mengetahui secara langsung kejadian tersebut karena dirinya tidak berada di lokasi. Ia mengatakan baru mengetahui adanya pemberitaan mengenai dugaan pengusiran dan intimidasi tersebut setelah pemberitaan beredar.



Setelah berkomunikasi dengan kepala sekolah, Aep menyebut informasi yang diterimanya tidak seperti dugaan yang diberitakan. Menurutnya, pada saat itu kepala sekolah sedang memiliki kegiatan sehingga belum dapat menemui awak media.



Pihak sekolah berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi dan klarifikasi secara terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.



SDN 1 Palumbonsari juga menegaskan komitmennya untuk tetap menjalin hubungan baik dengan insan pers serta memberikan ruang bagi media untuk melakukan konfirmasi sesuai dengan kepentingan jurnalistik.



Klarifikasi tersebut disampaikan sebagai bentuk hak jawab pihak sekolah sekaligus memberikan informasi yang berimbang kepada masyarakat terkait pemberitaan sebelumnya mengenai dugaan pengusiran dan intimidasi wartawan di SDN 1 Palumbonsari.




Jurnalis : Asman S

Komentar

Tampilkan

  • Dugaan Pengusiran Wartawan di SDN 1 Palumbonsari, Kepala Sekolah Tegaskan Pintu Terbuka untuk Media
  • 0

Berita Lainnya

Pemilu