Advertesiment

Masjid Kapal Perahu di Karawang, Wisata Religi Baru yang Terinspirasi Kisah Nabi Nuh

Redaksi
03 January 2026, January 03, 2026 WIB Last Updated 2026-01-04T10:34:30Z

Masjid kapal perahu di Desa Srikamulyan, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Larawamg

 

KARAWANG, ETIKANEWS.COM – Masjid berbentuk kapal perahu yang berlokasi di Desa Srikalmuyan, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, kini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat dan wisatawan. Masjid bernama Jami Jati Al Mukaromah ini dikenal luas sebagai Masjid Kapal Perahu karena arsitekturnya yang unik dan berbeda dari masjid pada umumnya.



Keunikan bangunan tersebut menjadikan masjid ini sebagai destinasi wisata religi baru, khususnya bagi pengunjung yang hendak berlibur ke kawasan Pantai Sedari, Karawang. Sejak banyak diunggah ke media sosial, masjid berlantai tiga ini semakin ramai dikunjungi dan dinilai siap menjadi ikon wisata religi baru di Kabupaten Karawang.




Salah seorang pengunjung, Rina (27), warga Karawang, mengaku tertarik datang setelah melihat unggahan di media sosial.



“Awalnya melihat dari media sosial, ternyata aslinya lebih bagus. Selain bisa beribadah, kami juga bisa menikmati pemandangan dari lantai atas,” ujarnya, Sabtu (3/1/2016).



Pengunjung lainnya, Andi (34), menilai masjid ini cocok dijadikan tempat wisata religi bersama keluarga.



“Anak-anak senang karena bisa naik ke lantai atas seperti berada di atas perahu. Tempatnya juga bersih dan nyaman,” katanya.




Sementara itu, pendiri Masjid Kapal Perahu, H. Sadi, menjelaskan bahwa desain masjid ini terinspirasi dari kisah Nabi Nuh AS, tentang kapal besar yang menyelamatkan manusia dan makhluk hidup lainnya dari peristiwa banjir besar.




“Tujuan saya membangun masjid ini adalah untuk mengajak masyarakat mengingat Tuhan melalui sejarah yang pernah terjadi pada Nabi Nuh AS,” ujar H. Sadi.



Ia menyebutkan, masjid yang dibangun di atas lahan seluas sekitar 5.000 meter persegi tersebut hingga kini baru mencapai 75 persen tahap pembangunan. Total anggaran pembangunan diperkirakan mencapai sekitar Rp10 miliar, yang seluruhnya berasal dari dana pribadi.




H. Sadi berharap masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga dapat berkembang sebagai pusat peradaban Islam bagi masyarakat sekitar, sekaligus menjadi daya tarik wisata religi karena lokasinya yang berdekatan dengan Pantai Sedari.



Selain itu, ke depan ia juga berencana membangun pondok pesantren di sekitar kawasan masjid. Bahkan, akan didatangkan tenaga pengajar dari Kairo, Mesir, untuk mengajar para santri.



“Di sekitar masjid nantinya akan dibangun pesantren. Insyaallah akan ada guru dari Kairo, Mesir, yang mengajar di sini,” pungkasnya.






Editor: Aep Apriyatna

Komentar

Tampilkan

  • Masjid Kapal Perahu di Karawang, Wisata Religi Baru yang Terinspirasi Kisah Nabi Nuh
  • 0

Berita Lainnya

Pemilu