![]() |
| Kepala SMPN 8 Karawang Barat, H. Mamay Abdullah |
KARAWANG, ETIKANEWS.COM – Krisis tenaga pengajar di SMPN 8 Karawang Barat kian nyata. Rotasi, mutasi, hingga promosi jabatan kepala sekolah dalam waktu berdekatan disebut menjadi pemicu utama berkurangnya jumlah guru di sekolah tersebut.
Kepala SMPN 8 Karawang Barat, H. Mamay Abdullah, mengungkapkan, sedikitnya dua guru di sekolahnya baru saja dilantik menjadi kepala sekolah, yakni guru mata pelajaran IPA dan Matematika. Selain itu, sejumlah guru lainnya juga berpindah tugas ke sekolah lain.
“Dua guru Bahasa Indonesia sudah keluar, kemudian guru PJOK dan PPKN juga direncanakan akan menyusul. Kondisi ini membuat kami berpotensi mengalami krisis tenaga pengajar,” ujar Mamay, Jumat (24/4/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan perhitungan internal, sekolah saat ini membutuhkan sekitar enam guru untuk menutup kekosongan, terutama pada mata pelajaran IPS, Bahasa Indonesia, IPA, dan PJOK.
Bahkan, jika perpindahan guru PPKN terealisasi, jumlah kekurangan diperkirakan semakin bertambah.
Menurutnya, kondisi ini dapat berdampak pada kegiatan belajar mengajar jika tidak segera ditangani.
Pihak sekolah, lanjut Mamay, berencana melaporkan situasi tersebut kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang guna mendapatkan solusi atas kekurangan tenaga pengajar.
Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, baik melalui penambahan formasi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) maupun kebijakan sementara untuk memenuhi kebutuhan guru.
“Harapannya kekurangan ini bisa segera diatasi agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan optimal,” pungkasnya.
Jurnalis : Asman S


