![]() |
| Gubernur Kawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) |
PURWAKARTA, ETIKANEWS.COM — Video yang memperlihatkan perilaku tidak sopan sejumlah siswa terhadap seorang guru perempuan lanjut usia di SMAN 1 Purwakarta menuai kecaman luas dan menjadi sorotan publik.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan keprihatinannya sekaligus menekankan pentingnya pendekatan yang lebih mendidik dalam pemberian sanksi kepada siswa.
Ia mengungkapkan telah menerima laporan lengkap dari Dinas Pendidikan terkait kronologi kejadian. Pihak sekolah pun disebut telah mengambil langkah cepat dengan memanggil orang tua siswa yang terlibat serta menjatuhkan sanksi skorsing selama 19 hari.
Namun, Dedi menilai bahwa hukuman berupa skorsing semata belum tentu efektif dalam membentuk karakter siswa secara jangka panjang. Menurutnya, sanksi seharusnya dirancang untuk memberikan nilai pembelajaran dan menumbuhkan kesadaran.
Sebagai solusi, ia mengusulkan agar siswa diberikan pembinaan melalui aktivitas yang bersifat tanggung jawab langsung di lingkungan sekolah. Kegiatan seperti membersihkan halaman, menyapu, hingga merawat kebersihan toilet dinilai mampu menumbuhkan empati dan rasa hormat.
Selain itu, pembinaan tersebut dapat dilakukan dalam jangka waktu satu hingga tiga bulan dengan evaluasi berkala berdasarkan perubahan sikap siswa.
Dedi juga menyoroti reaksi orang tua siswa yang menunjukkan penyesalan atas tindakan anak-anak mereka. Ia menilai hal ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran keluarga dalam mendukung pendidikan karakter.
Menurutnya, prinsip utama dalam pemberian sanksi bukan sekadar memberikan efek jera, melainkan harus memberikan manfaat nyata bagi perkembangan perilaku siswa.
Di akhir pernyataannya, Dedi menegaskan bahwa para siswa tetap membutuhkan bimbingan yang tepat dari orang tua maupun guru. Pendekatan yang edukatif diyakini lebih efektif dalam membentuk pribadi siswa menjadi lebih baik di masa depan.
Editor : Aep Apriyatna


