![]() |
| Plang papan nama SDN Leuwidulang II, Desa Leuwidulang, Kecamatan Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya dan buku tabungan |
TASIKMALAYA, ETIKANEWS.COM – Sejumlah orang tua siswa SDN Leuwidulang II, Desa Leuwidulang, Kecamatan Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya, mengaku resah setelah muncul dugaan persoalan dalam pengelolaan dana tabungan siswa yang nilainya disebut mencapai lebih dari Rp100 juta.
Keresahan tersebut muncul setelah beberapa wali murid berupaya mencairkan tabungan anak mereka untuk kebutuhan pendidikan dan perlengkapan sekolah. Namun hingga kini, dana yang diharapkan dapat diterima belum seluruhnya dicairkan.
Salah seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, para orang tua mulai mempertanyakan keberadaan dana tabungan yang telah dikumpulkan selama beberapa tahun terakhir.
“Orang tua murid bingung karena tabungan anak-anak mereka sampai sekarang belum juga diberikan secara utuh,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya besar terkait sistem pengelolaan dan transparansi dana tabungan siswa yang selama ini dikelola oleh pihak tertentu di lingkungan sekolah.
Para wali murid berharap persoalan ini segera mendapat penyelesaian yang jelas sehingga seluruh dana tabungan dapat dikembalikan sesuai jumlah yang telah disetorkan.
“Harapan kami sederhana, tabungan anak-anak bisa dikembalikan sesuai hak mereka dan ada kejelasan mengenai pengelolaannya,” kata sumber tersebut.
Sementara itu, Kepala SDN Leuwidulang II, Yadi, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp, Rabu (3/6/2026), mengaku belum mengetahui secara rinci persoalan tersebut karena dirinya baru menjabat sebagai kepala sekolah di SDN Leuwidulang II.
“Saya belum mengetahui secara detail karena baru menjabat di sekolah ini,” ujarnya.
Meski demikian, Yadi menegaskan pihak sekolah akan melakukan penelusuran lebih lanjut terkait persoalan tersebut dan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pengurus sekolah di tingkat kecamatan.
“Kami akan melakukan penelusuran lebih lanjut. Uang tabungan siswa kelas dua sampai kelas lima akan kami komunikasikan dengan pihak terkait. Semua harus ada pertanggungjawaban dan kepastian,” katanya.
Ia menambahkan, pihak sekolah berkomitmen untuk mengedepankan musyawarah bersama seluruh pihak yang berkepentingan guna mencari solusi terbaik bagi para siswa dan orang tua.
“Kami akan berkoordinasi dan berembug dengan semua pihak agar persoalan ini mendapatkan solusi yang terbaik,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui secara pasti penyebab belum cairnya dana tabungan tersebut. Para orang tua berharap adanya investigasi dan klarifikasi menyeluruh agar nasib dana tabungan siswa segera memperoleh kepastian.
Apabila nantinya ditemukan adanya unsur penyalahgunaan dalam pengelolaan dana tersebut, maka penyelesaiannya akan mengacu pada ketentuan hukum yang berlaku.
Jurnalis : Iwan K
Editor : Aep Apriyatna


