Advertesiment

FTBI 2026 di SDN Bantarjaya 01, Pelajar Pebayuran Lestarikan Bahasa Sunda

Redaksi
29 September 2026, September 29, 2026 WIB Last Updated 2026-09-29T13:22:34Z

Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tahun 2026

 

BEKASI, ETIKANEWS.COM – SDN Bantarjaya 01, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, sukses menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tahun 2026, Selasa (29/9/2026).




Kegiatan yang mengusung tema “Sirung Basa, Medal Karya, Ngaguar Rasa Sunda” tersebut berlangsung meriah di halaman SDN Bantarjaya 01 dan diikuti para siswa-siswi terbaik dari berbagai sekolah di Kecamatan Pebayuran.




FTBI merupakan program kolaborasi Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi sebagai bagian dari upaya revitalisasi dan pelestarian bahasa daerah di kalangan pelajar tingkat SD se-Kecamatan Pebayuran.




Sejumlah cabang lomba bernuansa budaya Sunda digelar dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ngadongeng (bercerita), Biantara (pidato), Maca Sajak (membaca puisi), hingga menulis cerpen berbahasa Sunda.




Para peserta tampil penuh percaya diri menunjukkan kemampuan masing-masing. Nuansa budaya Sunda juga semakin terasa dengan busana adat Sunda yang dikenakan para peserta selama mengikuti kegiatan.




Ketua Panitia FTBI Kecamatan Pebayuran, Andri, mengatakan tema yang diusung tahun ini memiliki makna penting dalam menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa ibu sekaligus mendorong lahirnya karya-karya berbahasa Sunda.




“Sesuai dengan tema kita Sirung Basa, Medal Karya dan Ngaguar Rasa Sunda, artinya menumbuhkan perasaan atau jiwa Sunda, menciptakan karya dan menumbuhkan tunas FTBI di Kecamatan Pebayuran yang luar biasa dalam revitalisasi atau menjaga bahasa ibu, karena kita bagian dari Kabupaten Bekasi, ini bagian dari Jawa Barat,” ujar Andri.




Menurut Andri, FTBI tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi wadah pembinaan bagi para siswa untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Sunda sekaligus mengenal dan mencintai budaya daerah.



Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus melahirkan tunas-tunas berprestasi yang mampu membawa nama baik Kecamatan Pebayuran di tingkat Kabupaten Bekasi hingga Provinsi Jawa Barat.




“Jadi menciptakan sirung yang berprestasi. Alhamdulillah di Kecamatan Pebayuran ini tiap ke Kabupaten selalu juara satu, dua dan tiga,” pungkasnya.




Dengan antusiasme peserta dan dukungan pihak sekolah serta para pendidik, FTBI 2026 di Kecamatan Pebayuran diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga keberadaan bahasa Sunda sebagai bahasa ibu sekaligus warisan budaya Jawa Barat.



Jurnalis : Asman S

Komentar

Tampilkan

  • FTBI 2026 di SDN Bantarjaya 01, Pelajar Pebayuran Lestarikan Bahasa Sunda
  • 0

Berita Lainnya

Pemilu