![]() |
| Orangtua siswa bersama pihak SDN 2 Lewidulang, Kecamatan Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya |
TASIKMALAYA, ETIKANEWS.COM – Polemik terkait uang tabungan siswa di SDN 2 Lewidulang, Kecamatan Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya, akhirnya berhasil diselesaikan melalui musyawarah yang melibatkan pihak sekolah, orang tua siswa, dan pihak terkait.
Kepala SDN 2 Lewidulang, Yadi Nugraha, mengatakan permasalahan yang sempat menjadi perhatian orang tua murid dan masyarakat tersebut kini telah menemukan titik terang setelah dilakukan pertemuan secara terbuka dan transparan.
"Permasalahan yang sempat menjadi perhatian orang tua murid dan masyarakat kini telah menemukan titik terang setelah dilakukan musyawarah antara pihak sekolah, orang tua siswa, serta pihak terkait," ujar Yadi Nugraha di kantornya, Senin (15/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak sepakat untuk mengedepankan transparansi serta kepentingan siswa dalam menyelesaikan persoalan yang terjadi. Dana tabungan siswa yang sebelumnya menjadi sumber polemik telah diverifikasi dan ditindaklanjuti berdasarkan hasil kesepakatan bersama.
Pihak sekolah juga menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan pengelolaan administrasi tabungan siswa agar lebih tertib, transparan, dan akuntabel di masa mendatang. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah terulangnya persoalan serupa.
Sementara itu, para orang tua murid mengapresiasi upaya penyelesaian yang dilakukan oleh pihak sekolah sehingga persoalan tidak berlarut-larut dan dapat diselesaikan secara musyawarah.
Dengan berakhirnya polemik tersebut, kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN 2 Lewidulang diharapkan dapat kembali berjalan kondusif. Semua pihak juga berharap komunikasi antara sekolah dan orang tua siswa semakin baik demi mendukung kualitas pendidikan dan kesejahteraan peserta didik.
"Langkah selanjutnya, kami akan lebih kooperatif dalam menjalankan kegiatan di sekolah. Apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab guru maupun pimpinan sekolah akan kami laksanakan sebaik-baiknya agar kejadian seperti kemarin tidak terulang kembali," kata Yadi.
Ia menambahkan, pihak sekolah akan terus melakukan pembenahan demi menciptakan proses belajar mengajar yang unggul dan berkualitas serta menghindari berbagai penyimpangan yang tidak diharapkan.
"Mudah-mudahan apa yang terjadi kemarin menjadi hikmah dan bahan evaluasi bersama demi kelangsungan pendidikan yang bermutu. Kami dari pihak sekolah mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya para orang tua siswa, yang telah membantu menyelesaikan polemik ini sehingga kini sudah ada titik terang dan solusi yang dapat diterima bersama," pungkasnya.
Jurnalis : Iwan K
Editor : Aep Apriyatna



