Advertesiment

Turap BBWS Citarum di Karawang Diduga Akal-akalan, Tambal Sulam Tanpa Transparansi

Redaksi
27 April 2026, April 27, 2026 WIB Last Updated 2026-04-27T09:47:30Z

Proyek BBWS Citarum di Lingkungan Kosambijaya, Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat

 

KARAWANG, ETIKANEWS.COM — Proyek pembangunan turap oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum di Lingkungan Kosambijaya, Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat, menuai sorotan tajam dari warga. Proyek yang menggunakan anggaran pemerintah itu diduga dikerjakan secara tambal sulam serta minim transparansi, Senin (27/4/2026).



Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, kondisi turap di lokasi tidak sepenuhnya dibangun baru. Ia menyebut masih terdapat struktur lama yang tidak dibongkar, melainkan langsung ditimpa dengan konstruksi baru.



“Kalau dilihat, ini bukan bangunan baru sepenuhnya. Masih ada turap lama yang ditimpa. Jadi terkesan tambal sulam,” ujarnya saat ditemui di lokasi.



Menurutnya, meskipun terlihat ada proses penggalian di beberapa bagian, struktur lama tetap dipertahankan tanpa kejelasan kondisi kekuatannya. Hal ini memicu kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas dan ketahanan bangunan dalam jangka panjang.



Selain itu, warga juga menyoroti tidak adanya papan informasi proyek di lokasi pekerjaan. Padahal, papan tersebut merupakan bagian penting dari keterbukaan informasi publik terkait nilai anggaran, volume pekerjaan, serta spesifikasi teknis proyek.



“Tidak ada papan proyek. Kita tidak tahu anggarannya berapa, panjang pekerjaan, atau detail lainnya. Ini kan proyek pemerintah, harusnya terbuka,” katanya.



Warga juga mengeluhkan minimnya pengawasan di lapangan. Pihak pengawas maupun pemborong disebut jarang terlihat selama proses pengerjaan berlangsung.



“Sebagai warga, kami merasa dirugikan. Turap lama ditimpa begitu saja, tapi kita tidak tahu kualitasnya seperti apa,” tambahnya.



Dari informasi yang dihimpun, panjang turap yang dikerjakan diperkirakan mencapai sekitar 350 meter. Namun, penggunaan material serta metode pelaksanaan tidak diketahui secara pasti oleh warga.



Sementara itu, petugas dokumentasi di lokasi proyek, Farhan, menyampaikan bahwa pekerjaan telah berlangsung selama kurang lebih 15 hari. Ia menjelaskan, ketinggian turap sekitar 1,5 meter, dengan lebar pondasi bawah 50 sentimeter dan bagian atas 1 meter.



Terkait tidak adanya papan informasi proyek, Farhan mengaku pihak pelaksana tidak menerima papan tersebut dari pihak BBWS.



“Kalau papan informasi, katanya dari Balai tidak diberikan ke pelaksana. Untuk mandor, namanya Pak Ahmad,” ujarnya.



Hingga berita ini diterbitkan, ETIKANEWS.COM masih berupaya mengonfirmasi pihak BBWS Citarum terkait volume pekerjaan, nilai kontrak, serta metode pelaksanaan proyek guna memastikan transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara.


Jurnalis : Asman Saepudin

Editor : Aep Apriyatna

Komentar

Tampilkan

  • Turap BBWS Citarum di Karawang Diduga Akal-akalan, Tambal Sulam Tanpa Transparansi
  • 0

Berita Lainnya

Pemilu