Advertesiment

Hari Jadi Karawang ke-393, FMK Serukan Kolaborasi dan Kesetaraan bagi Komunitas Seni

Redaksi
19 September 2026, September 19, 2026 WIB Last Updated 2026-09-19T05:09:15Z

Forum Musisi Karawang (FMK)

 

KARAWANG, ETIKANEWS.COM — Forum Musisi Karawang (FMK) menyerukan semangat kolaborasi dan kesetaraan bagi seluruh komunitas seni, musisi, seniman, pekerja kreatif, serta talenta lokal dalam berbagai agenda daerah, khususnya momentum Hari Jadi Kabupaten Karawang.



Ketua Umum Forum Musisi Karawang, Deni Abdul Gofur, mengatakan FMK menghormati komunitas seni yang telah mendapatkan kepercayaan untuk terlibat dalam rangkaian kegiatan Hari Jadi Karawang.



Menurutnya, perhatian FMK bukan ditujukan kepada komunitas tertentu, melainkan pada bagaimana momentum besar daerah dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi keberagaman pelaku seni di Karawang.



“Ini bukan persoalan Forum Musisi Karawang mendapatkan panggung atau tidak. Kami juga tidak sedang mempersoalkan komunitas yang telah dilibatkan. Yang kami suarakan adalah kesetaraan ruang, keterbukaan kesempatan, dan semangat kolaborasi bagi para pelaku seni Karawang,” ujar Deni, Minggu (19/9/2026).




Deni menilai Karawang memiliki banyak potensi seni dan kreativitas yang tumbuh dari berbagai komunitas. Mulai dari musisi, seniman tradisi, pekerja kreatif hingga talenta-talenta muda yang memiliki karya dan karakter masing-masing.



Menurutnya, keberagaman tersebut dapat menjadi kekuatan dalam membangun ekosistem seni dan budaya di Kabupaten Karawang.



“Karawang memiliki banyak komunitas seni, musisi, seniman tradisi, pekerja kreatif, serta talenta-talenta lokal dengan karya dan karakter yang beragam. Mereka semua merupakan bagian dari kekayaan seni dan budaya Karawang,” katanya.



Sementara itu, Sekretaris FMK, Dian Herdiawan, menilai pelibatan komunitas seni dalam kegiatan besar pemerintah daerah seharusnya tidak hanya dilihat sebagai pengisi acara atau hiburan semata.



Menurutnya, kegiatan daerah juga dapat menjadi sarana pembinaan, promosi, regenerasi, serta mempertemukan berbagai komunitas untuk membangun kolaborasi.



“Yang perlu kita bangun bukan hanya acaranya, tetapi ekosistemnya. Di Karawang banyak sekali talenta yang mungkin belum dikenal publik karena belum mendapatkan ruang yang cukup untuk menunjukkan karya mereka,” ujar Dian.



Dian berharap ke depan terdapat komunikasi yang lebih terbuka antara pemerintah daerah dengan komunitas dan pelaku seni. Menurutnya, komunikasi tersebut penting agar pemerintah dapat mengetahui potensi yang ada sekaligus membuka peluang pelibatan yang lebih beragam.



“Pemerintah tidak mungkin mengetahui seluruh potensi seni yang ada tanpa komunikasi dengan para pelakunya. Begitu juga komunitas tidak bisa hanya menunggu. Karena itu yang dibutuhkan adalah ruang komunikasi dan kolaborasi,” tuturnya.



Dian menegaskan FMK tidak ingin persoalan kesempatan tampil justru memunculkan persaingan atau sentimen antarkomunitas.



“Kami tidak ingin persoalan ini berkembang menjadi sentimen antarkomunitas. Justru sebaliknya, FMK ingin komunitas-komunitas seni di Karawang bisa tumbuh bersama. Bukan siapa yang paling berhak mendapatkan panggung, tetapi bagaimana kita bisa menciptakan lebih banyak panggung untuk karya,” tegasnya.



FMK berharap momentum Hari Jadi Karawang maupun kegiatan daerah lainnya ke depan dapat menjadi ruang yang semakin terbuka, inklusif, dan kolaboratif bagi para pelaku seni.



Dengan semakin banyaknya ruang bagi komunitas dan talenta lokal, FMK menilai masyarakat juga akan memiliki kesempatan lebih luas untuk mengenal dan menikmati keberagaman karya seni yang tumbuh di Kabupaten Karawang.



Editor : Aep Apriyatna

Komentar

Tampilkan

  • Hari Jadi Karawang ke-393, FMK Serukan Kolaborasi dan Kesetaraan bagi Komunitas Seni
  • 0

Berita Lainnya

Pemilu