Advertesiment

Wakil Bupati Tasikmalaya Jenguk Bocah Korban Patukan Ular Weling di ICU RSUD KHZ Musthafa

Redaksi
10 April 2026, April 10, 2026 WIB Last Updated 2026-04-10T02:06:19Z

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Alayubi jenguk bocah korban di patuk ular weling 

 

TASIKMALAYA, ETIKANEWS.COM – Seorang bocah berinisial DK (12), warga Kampung Borolong, Desa Cilampung Hilir, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, harus menjalani perawatan intensif di ruang ICU setelah dipatuk ular weling saat tidur, Minggu (29/3/2026).



Peristiwa itu terjadi saat korban tengah terlelap di lantai ruang tengah rumah bersama ibunya. Tanpa disadari, ular berbisa tersebut menggigit tubuh korban hingga menyebabkan kondisi darurat.



Hingga Rabu (8/4/226), DK masih dirawat di ruang ICU RSUD KHZ Musthafa. Kondisinya kini mulai menunjukkan perkembangan positif. Korban sudah mampu menggerakkan tangan dan memberikan respons kepada orang tuanya.



Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Alayubi, turut menjenguk korban pada Kamis (9/4/2026). Dalam kunjungannya, ia menyampaikan rasa simpati kepada keluarga serta memastikan penanganan medis dilakukan secara maksimal.



“Kami tentu bersimpati dan menjenguk langsung korban di ICU. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berupaya agar pasien tertangani dengan baik dan mendapatkan hak pelayanan kesehatan,” ujarnya.



Asep juga menegaskan bahwa pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan dan pihak rumah sakit akan membantu pembiayaan pengobatan korban, meskipun masa aktif BPJS telah habis.



“Walau limit BPJS sudah habis, kami berupaya agar keluarga tidak terbebani biaya. Ini bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan,” tambahnya.



Sementara itu, Direktur RSUD KHZ Musthafa, dr. Eli Hendalia, menyampaikan bahwa kondisi pasien terus membaik. Respons pasien terhadap rangsangan juga sudah terlihat jelas.



“Alhamdulillah pasien sudah ada perbaikan. Tadi saat ayahnya melambaikan tangan dari luar kaca, pasien merespons dengan mengangkat tangan. Kami sangat senang melihat perkembangan ini,” ungkapnya.



Dalam proses perawatan, pasien terus mendapatkan suntikan anti bisa (anti venom) secara intensif, dengan kebutuhan antara lima hingga sepuluh vial per hari. Hingga saat ini, total sebanyak 56 vial anti venom telah diberikan.



“Jumlah tersebut bahkan setara dengan kebutuhan stok anti venom untuk seluruh Jawa Barat selama satu bulan. Namun demi menyelamatkan nyawa pasien, kami terus berupaya mendatangkan pasokan tambahan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi, yang juga membantu secara gratis,” jelas dr. Eli.


Jurnalis : Iwan K

Komentar

Tampilkan

  • Wakil Bupati Tasikmalaya Jenguk Bocah Korban Patukan Ular Weling di ICU RSUD KHZ Musthafa
  • 0

Berita Lainnya

Pemilu